Kalimantan Barat– Gubernur Kalimantan Barat beserta jajarannya diduga memberikan laporan palsu kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kebakaran lahan yang melanda diwaliyah Kalbar. Indikasi dugaan ini muncul saat digelarnya rapat terbatas yang dilakukan Pemprov Kalbar bersama Presiden Prabowo 16 September 2026 kemarin. Didalam rapat itu, BPBD- BMKG- dan BNPB Kalimantan Barat memberikan laporan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan M Sandy salah satu tokoh masyarakat Kalbar menjelaskan di Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang terdapat 6 titik api
(1) Berlokasi di pt lanang anggo persatu, kurang lebih 200 hektar yang terbakar
(2)berlokasi di pt SMS kurang lebih 300 hektar
(3)berlokasi di pt PSM
kurang lebih 500 hektar
(4)berlokasi di PT csc kurang lebih 400 hektar
(5) berlokasi di pt ssm
Kurang lebih 25 hektar
(6) berlokasi dibukit tanga tanah kurang lebih 200 hektar
(7)berlokasi dibukit mengkuras kurang lebih 300 hektar
(8) berlokasi di bukit pendamar kurang lebih 500/700 hektar
(9) berlokasi di Natai benuah kurang lebih 50 hektar, –
“Ini baru 1 Kecamatan, Sandai, API YANG MASIH MEMBESAR , KURANG LEBIH 2500 HEKTAR, hinga saat ini api masih membara, siang dan malam,”ucapnya.
“Belum lagi di 19 kecamatan lainya di ketapang kalimantan Barat mungkin api yang masih membesar kurang lebih 27 ribu hektar, Di ketapang kalimantan Barat,”tambahnya.
Sementara lanjut dia laporan yang diberikan Pemprov Kalbar hanya seluas, 393,8-HA lahan yang terbakar secara nasional
“Fakta dilapangan ayo kita buktikan, jangan suka berbohong secara nasional, saat ini kita di Indonesia ini sangat dosoroti luar negeri kita di cap paling buruk menangani karhutla, tapi masi bisa kalian berbohong Terhadap publik secara nasional,”sesalnya.
Belum lagi di 13 kabupaten lainya di Kalimantan Barat Saya meyakini 100% tidak akan terhitung dengan kasat mata, mungkin di kalimantan Barat API masih kurang lebih total semuanya API yang masih membesar kurang lebih 50 ribu hektar.
“Pertanyaan saya mengapa GUBERNUR RIA NORSAN HARUS BERBOHONG TERHADAP, PRESIDEN RI DAN JAJARANYA DI(Ratas) bersama pemerintahan JAKARTA PUSAT!??
Apa keuntungan Anda berbohong, secara nasional”!? sementara kami masyarakat merasakan,(napas sesak batuk” Pilek mata pedas
Paru” Kami sakit) kabut asap sangat pekat berwarna kuning, kami masyarakat menanggung penderitaan ini, bukan kalian pejabat” Yang duduk di korsi empuk yang suka berbohong itu, “bebernya.
“Ini salah satu TITIK kordinat APIn0.26135933N /09.22752821E 5INE Jangan laporan kalian begini masih banyak perusahaan yang terbakar tidak masuk di daptar pemerintahan kalian, ada apa”?tanyanya.
(1) PT condong garut krang lebih 600 hektar terbakar
Di kabupaten landak,
(2) PT SKM 2,500 hektar sampai merambah kebun” Milik warga total keseluruhan 6/7;ribu hektar di ketapang
(2)PT limpah sejahtera kurang lebih 700/800 hektar terbakar, di ketapang ,
(3) PT nova plantisen 1,200 hektar terbakar di ketapang ,
(4) PT BGA GROUP 700 hektar terbakar DI KETAPANG,
(5) PT SINAR MAS 1000/1,200 hektar terbakar DI KETAPANG,
(6) PT lanang anggo bersatu, 300/400 hektar terbakar di ketapang,
(7) PT csc citra sawit cemerlang 600/700 hektar terbakar di ketapang,
(8) PT PSM permata sawit mandiri 600/700 hektar terbakar di ketapang ,
(9) PT SMP 300/400; terbakar hektar di ketapang,
(10) PT SSM 25/30 hektar terbakar di ketapang,
(11) PT BGA GROUP 70/80 hektar terbakar DI SUNGAI MELAYU DI KETAPANG”!!?
DAN MASIH BANYAK PERUSAHAAN LAINYA DI KETAPANG YANG TERBAKAR, KENAPA KALIAN TUTUP”PI ADA APA!???
Norsan: Penanganan Karhutla Kalbar Butuh Kolaborasi Seluruh Unsur
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat, TNI/Polri, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Norsan saat mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring, Rabu(16/9/2026).
Dalam Ratas tersebut, Norsan didampingi Pangdam XI/Tanjungpura, Kapolda Kalimantan Barat dan Danlanud Supadio. Rapat turut dikuti Menteri Dalam Negeri, Kapolri, Panglima TN, Kepala BNPB, Kepala Badan SAR Nasional,
Kepala BMKG, serta para gubernur dan Forkopimda dari sejumlah provinsi. Pertemuan membahas perkembangan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk evaluasi penanganan karhutla.Dalam laporan Kepala BNPB, total luasan termasuk evaluasi penanganan karhutla.Dalam laporan Kepala BNPB, total luasan karhutla yang masih terbakar secara nasional mencapai sekitar 393, 8 hektare yang tersebar di enam provinsi.
Menurut Norsan, capaian penanganan karhutla yang telah dilakukan merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur di lapangan. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan menurun karena kawasan gambut masih memiliki potensi munculnya kembali api.”Karhutla belum selesai.Memang sebagian
besar sudah berhasil kita tangani, tetapi masih ada yang membutuhkan penanganan. Apalagi karakteristik lahan gambut membuat api
berpotensi muncul kembali. Karena itu, operasi darat, operasi udara, patroli dan pencegahan harus terus kita perkuat sampai kondisi benar-benar aman, ” ujar Ria Norsan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat operasi darat, melanjutkan water bombing, serta meningkatkan patroli dan pemantauan.OMC juga tetap didukung sebagai bagian dari upaya penanganan. Namun, kondisi atmosfer yang masih relatif kering dan pertumbuhan awan hujan yang terbatas menjadi tantangan dalam pelaksanaannya.
Dalam laporan Kepala BNPB, total luasan karhutla yang masih terbakar secara nasional mencapai sekitar 393, 8 hektare yang tersebar di enam provinsi. Menurut Norsan, capaian penanganan karhutla yang telah dilakukan merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur di lapangan.
Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan menurun karena kawasan gambut masih
memiliki potensi munculnya kembali api.
“Karhutla belum selesai.Memang sebagian
besar sudah berhasil kita tangani, tetapi masih ada yang membutuhkan penanganan. Apalagi karakteristik ahan gambut membuat api
berpotensi muncul kembali. Karena itu, operasi darat, operasi udara, patroli dan pencegahan harus terus kita perkuat sampai kondisi
benar-benar aman, ” ujar Ria Norsan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama
seluruh unsur terkait akan terus memperkuat
operasi darat, melanjutkan water bombing, serta meningkatkan patroli dan pemantauan.OMC juga tetap didukung sebagai bagian dari upaya penanganan. Namun, kondisi atmosfer yang masih relatif kering dan pertumbuhan awan hujan yang terbatas menjadi tantangan dalam pelaksanaannya. Penanganan secara
dalam pelaksanaannya. Penanganan secara masif dan berkelanjutan masih diperlukan setidaknya hingga awal November 2026.
Norsan menegaskan seluruh unsur memiliki
peran dalam memastikan api tidak kembali
muncul dan masyarakat tetap terlindungi.
“Yang kita lakukan bukan hanya memadamkan
api, tetapi bagaimana api tidak muncul
kembali. Karena itu, pencegahan, patroli
penegakan hukum dan edukasi masyarakat
harus berjalan bersama. Perlindungan
masyarakat, kualitas udara, keselamatan
penerbangan dan lingkungan menjadi prioritas kita, tegasnya.
la kembali mengingatkan agar seluruh pihak
tidak mengurangi kewaspadaan selama
kondisi karhutla belum sepenuhnya terkendali
“Kita tidak boleh lengah. Seluruh kekuatan
harus terus bergerak sampai karhutla benar-benar terkendali pungkasnya.
Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan K
ehutanan, PIt. Kepala BPBD, serta Plt.Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan kalimantan Barat (M. Sandi)

















Discussion about this post